Selangkah Untuk Bumi Yang Lebih Baik

Daerah Aliran Sungai

Daerah Aliran Sungai menurut PP No. 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, DAS merupakan suatu wilayah daratan berupa satu kesatuan dengan sunga dan anak-anak sungai yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau laut secara alami, dimana batas di darat adalah pemisah topografis dan batas di laut hingga daerah perairan yang masih terpengaruh oleh aktivitas daratan.

 

Definisi lain dari para ahli mengenai Daerah Aliran Sungai adalah sebagai berikut:
Menurut Dharmawan, dkk (2005), DAS ilah bentang lahan yang dibatasi oleh topografi pemisah aliran (topographic divide), yaitu punggung bukit atau gunung yang menangkap curah hujan, menyimpan dan kemudian mengalirkannya melalui saluran-saluran pengaliran ke suatu titik (outlet) yang umumnya berada di muara sungai atau danau.
Menurut Asdak (2010), DAS adalah suatu wilayah daratan yang secara topografik dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang mmampu menampung dan menyimpan air hujan hingga kemudian menyalurkannya ke laut melalui sungai utama.
Menurut Suripin (2002), DAS merupakan suatu wilayah yang dibatasi oleh batas alam, seperti punggung bukit-bukit atau gunung, maupun batas batuan, seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan turun di wilayah tersebut memberi kontribusi aliran ke titik kontrol (outlet).
Menurut Kodoatie dan Sugiyanto (2002), DAS adalah suatu kesatuan daerah / wilayah / kawasan tata air yang terbentuk secara alami dimana air tertangkap yang berasal dari curah hujan akan mengalir dari daerah / wilayah / kawasan tersebut menuju ke sungai.
Menurut Sugiharto (2001), DAS merupakan suatu daerah yang dibatasi oleh pemisah topografi yang menerima air hujan, menampung, menyimpan, dan mengalirkan ke sungai dan seterusnya menuju danau atau laut.