Selangkah Untuk Bumi Yang Lebih Baik

Greenhouse Sebagai Pendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Aunupe

 

                                    Greenhouse Organik Desa Aunupe

 

Pada tahun 2018, Komunitas Teras kembali mendapat kepercayaan dari Konsulat Jenderal Australia – Makassar melalui skema Direct Aid Program untuk melanjutkan pendampingan Pertanian Berkelanjutan di Desa Aunupe, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan. Pada tahap kedua ini, kegiatan yang diajukan untuk menjawab keberlanjutan pertanian organik masyarakat desa adalah pembangunan Greenhouse.

Hasil pembangunan yang jelas dari proyek ini adalah berdirinya bangunan greenhouse seluas 6 x 12 m yang berlokasi di Desa Aunupe, Kecamatan Wolasi, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Selain itu, melalui program greenhouse organic ini, kelompok tani perempuan Mawar di Desa Aunupe juga memperoleh bantuan bibit dari sahabat Komunitas Teras. 7 varian bibit sayuran ini baru akan diujicoba di Desa Aunupe melalui penyemaian di greenhouse organik yang dibangun melalui proyek ini.

Pada dasarnya, sesuai dengan kesepakatan bersama warga dan aparat Desa Aunupe, pengelolaan greenhouse akan diberikan kepada kelompok tani wanita dan petani perempuan yang berada di dusun 3 Desa Aunupe, lokasi berdirinya greenhouse organik ini. Sehingga, dapat dikatakan bahwa penerima manfaat langsung dari berdirinya greenhouse organic inia dalah para wanita.

Sebagai penerima dampak langsung, wanita yang terlibat dalam proyek ini adalah anggota kelompok tani Mawar yang berjumlah 10 orang dan petani wanita lainnya yang berada di dusun 3 Desa Aunupe yang tidak termasuk anggota kelompok tani Mawar yang berjumlah kurang lebih 12 orang. Sedangkan Jumlah pria yang terlibat secara langsung dalam pembangunan greenhouse ini kurang lebih berjumlah 5 orang.

Proyek greenhouse organik ini telah dimanfaatkan oleh warga setempat yakni kelompok tani Mawar (Kelompok Tani Perempuan) dan petani perempuan lainnya yang berada di Dusun 3 Desa Aunupe sebagai tempat penyemaian tanaman organik mereka. Tempat penyemaian ini merupakan fungsi utama greenhouse bagi petani di Desa Aunupe, dikarenakan kerugian yang biasa harus mereka hadapi akibat hujan yang tidak menentu. Proyek bangunan greenhouse ini tentunya akan berkelanjutan sebagaimana greenhouse ini menjadi salah satu kebutuhan utama para petani organik dalam melakukan penyemaian yang aman. Greenhouse organik ini kemudian menjadi salah satu jalan untuk masyarakat petani organik dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim. Melalui greenhouse organik ini, petunia akan dapat terus melakukan penyemaian, serta penanaman sayuran meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, tidak seperti sebelumnya dimana diketahui jika cuaca sedang buruk atau curah hujan yang tinggi, hampir seluruh masyarakat Desa Aunupe yang berprofesi sebagai petani tidak melakukan aktifitas bertani.

Pembuatan greenhouse diperuntukkan salah satunya adalah untuk memberdayakan para petani perempuan melalui proses pertanian organic menggun akan metode greenhouse. Saat bangunan greenhouse telah selesai, petani perempuan yang berada dekat bangunan greenhouse secara nyata dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk melakukan penyemaian, penanaman, perawatan hingga panen sayuran. Jika sebelum ada greenhouse, mereka hanya dapat bekerja dengan baik pada sore hari karena terik matahari, setelah adanya greenhouse mereka dapat beraktifitas bekerja merawat tanaman mereka dari pagi hingga sore hari. Selain itu, dampak nyata yang dirasakan oleh ibu Maskuri dan Ibu Sukarno adalah terhindarnya kerugian mereka akibat tanaman sawi mereka yang gagal semai akibat hujan yang saat ini sudah tidak menentu. Sejak adanya greenhouse, penyemaian dilakukan dengan aman di dalam greenhouse, sehingga jika hujan dating mereka tidak perlu khawatir dantidak harus menanggung kerugian akibat gagal semai.

 

                             Hasil Tanaman Greenhouse Organik Desa Aunupe