Redefinisi peran para pihak dalam mengembalikan fungsi hidrologis dan konservasi keanekaragaman hayati Tahura Nipa-nipa, Sulawesi Tenggara.

Sekilas tentang Tahura Nipa-Nipa

Tahura (Taman Hutan Raya) Nipa-Nipa adalah kawasan pelestarian koleksi tumbuhan dan satwa, baik jenis asli maupun bukan asli. Kawasan ini juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya dan pariwisata. Tahura Nipa-nipa ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomer: 103 /Kpts-II/199 tanggal 1 Maret 1999, yang sebelumnya bernama “Tahura Murhum”. Kawasan Tahura Nipa-Nipa secara geografis terletak antara 03o54’05”-03o58’00” Lintang Selatan dan 122o29’38”-122o04’25” Bujur Timur. Sedangkan secara administratif, terbagi di Kabupaten Konawe dan Kota Kendari.  Kedua wilayah tersebut membelah kawasan Tahura menjadi dua bagian dengan posisi Utara dan Selatan. Bagian Utara merupakan wilayah Kabupaten Konawe dan Bagian Selatan merupakan wilayah Kota Kendari.

Taman Hutan Raya Nipa-Nipa merupakan salah satu kawasan Pelestarian Alam di Provinsi Sulawesi Tenggara, terletak di ujung kaki pulau Sulawesi yaitu dengan posisi sebagai Kawasan atas (upland) dan atau perbukitan yang dibawahnya dikelilingi oleh pemukiman warga Kota Kendari (bagian selatan), pemukiman warga kabupaten Konawe (bagian utara), teluk kendari (bagian selatan), teluk lasolo (bagian utara) dan laut banda (bagian timur).

  • Luas Kawasan Hutan;

Kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa merupakan Kawasan Pelestarian Alam (hutan konservasi) di provinsi Sulawesi Tenggara seluas 7.877,5 Ha.

  • Luas Secara Administrasi Pemerintahan

Dalam wilayah administratif pemerintahan terletak di Kabupaten Konawe seluas 5.391,6 Ha dan Kota Kendari seluas 2.485,9 Ha. Berdasarkan lokasi kewilayahan tersebut Kawasan Tahura Nipa-Nipa lebih luas berada di Kabupaten Konawe sebesar ±68,4% dan Kota Kendari sebesar ±31,6%.

Pada tanggal 27 Juli 2015, revisi penataan blok Tahura disampaikan ke Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem untuk mendapat penilaian dan pengesahan, yaitu sebagai berikut:

Blok Pengelolaan Kawasan Tahura Nipa-Nipa

No. Blok Pengelolaan Luas(Ha)
1. Perlindungan 2.577,7
2. Pemanfaatan 3.291,2
3. Koleksi 1.184,3
4. Khusus 824,3
Jumlah 7.877,5

Sumber : hasil olahan data digitasi, 2014

Hasil perhitungan luas wilayah administrasi pemerintahan pada masing-masing blok pengelolaan kawasan Tahura Nipa-Nipa

No. Blok Pengelolaan Wilayah Kabupaten/Kota
Konawe Kendari Jumlah %
1. Blok Perlindungan 2.022,9 554,8 2.577,7 32,72
2. Blok Pemanfaatan 2.304,5 986,7 3.291,2 41,78
3. Blok Koleksi 948,9 235,4 1.184,3 15,03
4. Blok Khusus 115,3 709,0 824,3 10,46
Jumlah (Ha) 5.391,6 2.485,9 7.877,5  
Prosesntase (%) 68,4 31,6    

Sumber : hasil olahan data digitasi, 2014 Pembentukan Tahura Nipa-Nipa telah melalui proses panjang yang diwarnai sengketa antara masyarakat yang tinggal di sekitar pegunungan Nipa-Nipa dengan pemerintah yang berlangsung sejak 1974. Ketika Pemprov Sultra pada masa itu, menerapkan kebijakan penghijauan hutan disertai pengusiran masyarakat yang telah membuka hutan menjadi pemukiman dan lahan pertanian.Ratusan keluarga itu kemudian direlokasi paksa ke Sambuli dan Andounohu wilayah Kecamatan Poasia.Beberapa tahun sesudah relokasi, sebagian besar keluarga kembali ke lokasi yang telah dihutankan.Sejak itu berbagai upaya untuk menyelesaikan konflik dibuat atas prakarsa masyarakat dan pemerintah, namun selalu gagal, dimana Pemerintah ingin masyarakat meninggalkan hutan, sementara masyarakat ingin membangun pertanian di areal tersebut.