Selangkah Untuk Bumi Yang Lebih Baik

Pertanian Organik Desa Anupe

Pada tahun 2017-2018, Komunitas Teras mendapatkan hibah dari Konsulat Jenderal Australia-Makassar melalui skema Direct Aid Program. Melalui hibah ini, Komunitas Teras kemudian melanjutkan pendampingan pertanian berkelanjutan di Desa Aunupe, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan dengan judul prgram “Developing Community-based Sustainable Agriculture System in Aunupe Village, South Konawe District to Enforce Community Economy Towards Enhancing Food Security as Effort To Climate Change Impact”.

Pada proyek ini, Komunitas Teras telah melakukan beberapa pengadaan seperti bibit organik yang sebelumnya tidak dimiliki oleh masyarakat Desa Aunupe. Melalui bibit organik ini yang kemudian dikembangkan dan sebagian hasil panennya dijadikan bibit kembali, masyarakat Desa Aunupe tidak perlu lagi mengeluarkan biaya khusus untuk pembelian bibit non organik karena telah mampu melakukan pembibitan melalui hasil panen oragnik mereka. Hal ini sangat berdampak pada pembangunan livelihood masyarakat Desa Aunupe, terkhususnya yang berda dalam anggota kelompok tani Sumber Sari. Selain itu, hasil dari produksi sayuran organik mereka mulai terjual dengan harga yang berbeda dengan harga sayuran kimia yang sebelumnya mereka produksi. Harga dari sayuran organik yang mereka hasilkan dari demplot seluas 1 Ha meningkat dua kali lipat dan hal ini juga sangat berpengaruh pada pembangunan penghidupan masyarakat. Berikutnya, dari adanya demplot pertanian totat organik yang telah dilakukan oleh masyarakat, mendorong terbentuknya rumah bibit yang mereka hasilkan sendiri dari hasil panen tanaman sayuran total organik pada demplot, meskipun rumah bibit masih sangat sederhana, namun hal ini menjadi dasar dari pembibitan yang terus dilakukan untuk menunjang cadangan bibit organik untuk masyarakat Desa Aunupe.

Pada proyek ini, kami mendampingi satu kelompok tani, yaitu kelompok tani Sumber Sari dengan total anggota sebanyak 11 orang. Dalam beberapa pelatihan seperti pelatihan pencatatan proses, penyuluhan terkait pemasaran dan pengemasan, kami melibatkan seluruh istri dari seluruh anggota kelompok tani Sumber Sari. Dalam praktiknya, seperti pada saat panen dan penyemaian, istri-istri para anggota kelompok tani juga ikut terlibat, sehingga jika dimasukkan dalam angka, jumlah pria dan wanita yang terlibat dalam proyek adalah 22 dengan pembagian 11 pria dan 11 wanita.

Selama program berlangsung, banyak hal yang berubah dari, setidaknya anggota kelompok tani Sumber Sari secara langsung. Perubahan pola perilaku pertanian mereka dari yang awalnya menggunakan pupuk kimia menjadi total organik dalam pengolahan tanamannya mulai dari pupuk sampai dengan pestisida nabati. Selain itu, terdapat perubahan pendapatan yang meningkat yang merupakan hasil dari penjualan sayuran organik. Disamping itu, kesadaran akan beberapa keuntungan dan manfaat pertanian organik mendorong kerja-kerja kelompok tani menjadi lebih terintegrasi mulai dari produksi pupuk organik sendiri dan pestisida nabati yang kemudian hasilnya dijual kepada pengguna atau petani-petani organik baik yang ada di Desa Aunupe sendiri maupun petani-petani di luar Desa Aunupe yang mulai mencoba melakukan praktik pertanian organik.

Proyek ini berhasil membangun anggota kelompok tani sumber sari untuk beralih menjadi petani organik. Hal ini didukung dengan pengetahuan terkait kelebihan dan masa depan pertanian organik yang telah mereka peroleh melalui pendampingan-pendampingan dan juga pelatihan-pelatihan selama masa proyek DAP berlangsung. Proyek ini diakhiri dengan dikeluarkannya sertifikat dari Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk tiga varietas sayuran yang ditanam oleh anggota kelompok tani sumber sari dengan hasil “bebas pestisida dan logam berat” dan berhak mendapatkan sertifikat Prima 2. Dengan diperolehnya sertifikat ini, peluang untuk melanjutkan pertanian organik semakin besar dengan peluang harga yang lebih baik yang dapat meningkatkan livelihood masyarakat di Desa Aunupe secara bertahap.